Posts

Randomly of Me: Nostalgia sama KambingJantan-nya Raditya Dika

Hi! Welcome to my blog! Sepertinya ini adalah kali pertama gue nulis di blog secara langsung. Biasanya gue  selalu   bikin draft di Ms Word dulu. Edit edit edit edit edit, baru post. Ini masih hari Sabtu, dan belum masuk waktu gue posting lagi, sih. Tapi gue cuma pengen nulis aja, entahlah. Gue Nafi, bukan navy, apalagi navigator. Gue bikin nama blog ini dari gabungan nama belakang gue dan nama belakang ayah gue. Apalagi, ya? Ah! Gue mulai menghirup udara bumi ini sejak 1995. Seorang freelancer yang masih pengin bebas ke mana-mana dan meraih ribuan mimpi gue. Oke, gue pengin sedikit cerita tentang awal gue kenal sama yang namanya blog. Dimulai sekitar 2006/2007 gue disodorin sebuah buku yang saat itu jadi best seller gitu  sama sepupu gue . Ditulis oleh seorang penulis, sutradara, komika papan atas sekarang ini, yap! Raditya Dika. Buku KambingJantan -nya yang terbit di tahun 2005 itu berisikan curhatan bego   random dia di masa akhir SMA sampai dia kuliah di Adel...

HIDUP MAHASISWA DI ATAS NORMAL (Bagian 3: Ketiduran vs. Ujian)

Image
Hi! Welcome to my blog !  Oke. Kalau di Hidup Mahasiswa Di Atas Normal (Bagian 2: Ngejar-ngejar Professor ) saya bahas tentang beban belajar sampai 35 SKS, di bagian 3 ini saya kasih bahasan yang agak normal. Saya pernah kok, kuliah 24 SKS. Sama seperti mahasiswa biasanya. Saya suka buku, apalagi kamu   Tapi, meskipun kuliah 24 SKS, tetap aja ada yang beda. Bedanya, saya kuliah 24 SKS dengan 7 kelas berbeda, 3 angkatan berbeda, 2 gedung kampus berbeda, meskipun satu kampus yang sama. Hah? Gimana? Gimana? Iya, jadi waktu itu, kuliah saya di kampus lama udah habis teori. Makanya, saya ngebut banget tuh buat nyelesaiin teori di kampus baru. Saya juga pernah ambil 26 SKS. Tapi cuma satu semester aja. Soalnya, di semester berikutnya kebijakan itu dihapus. Katanya sih karena dirasa memberatkan mahasiswa. Padahal mah, bagi saya enak-enak aja, tuh. “Kok bisa kamu ambil 26 SKS? Aturannya kan 24 SKS?” begitu kata dosen pendamping akademik sekaligus ketua jurusan saya waktu it...

HIDUP MAHASISWA DI ATAS NORMAL (Bagian 2: Ngejar-ngejar Professor!)

Image
Hi! Welcome to my blog! Seperti di HIDUP MAHASISWA DI ATAS NORMAL Bagian 1: Introdaksyen Ala-ala minggu kemarin, bagian 2 ini bakal bercerita tentang keriweuhan menghadapi tuntutan 35 SKS perminggu. Di saat mahasiswa normal udah mual-mual dengan 24 SKS perminggu, saya dengan segala kekurangan yang ada masih harus menyelesaikan tambahan 11 SKS lainnya. Sad girl. Di kasus saya,  double degree  dengan bidang yang sama memberi sebuah keuntungan. Waktu itu saya masuk di jurusan kedua setelah 5 semester di jurusan pertama. Mengulang kembali mata kuliah dan menjadi mahasiswa baru ternyata butuh tenaga ekstra sodara-sodara. Ada lebih dari 10 mata kuliah yang harus saya ulang lagi karena tuntutan jurusan baru, bukan jumlah yang sedikit tentunya. Tapi setelah itu saya baru sadar kalau ternyata di kuliah sebelumnya, ada banyak hal yang terlewat. Entah karena sayanya yang nggak banyak membaca, atau memang karena nggak dibahas aja sih (masih berusaha ngeles ceritanya). Di luar ke-exci...

HIDUP MAHASISWA DI ATAS NORMAL (Bagian 1: Introdaksyen Ala-ala)

Image
Hi! Welcome to my blog!  Introdaksyen ala-ala: Let me introduce myself. I’m Nafi, born in 1995. This is my first blog series. I have a unique experience when I was in college. I was a double degree student, mathematics education and primary school education. In this series, I’ll share to all of you about me and my journey as a double degree student, called: student life above normal  (Indo: mahasiswa di atas normal) ! Let’s begin! At this time, I'll give you a little thought of mine. Sebuah b acaan ringan buat kalian yang sedang berada di jalan menuju tujuan. Remember!  Everyone have their own goals, hence don’t worry to be different from the other. Make your own dreams come true! Books Jadi seorang mahasiswa double degree (baca: di atas normal) itu cocok buat kalian yang nggak cuma senang sama tantangan, tapi juga buat kamu yang pengin meremukkan badan. Saya serius. Di Indonesia, mahasiswa sebuah universitas biasanya diberi beban studi maksimal 24 SKS setiap minggunya. ...

ANOTHER INTRODUCTION

Image
This photo was taken in Puncak Gebang, Yogyakarta I'm Nafi, not a Navy, even less a navigator. Just Nafi. Just Nafi. It's been a long story since I was a new student at a university. I was so excited about being a blogger. That's why I posted all of my essays from my course. Back circa 2013 or 2014, my lecturer gave me a weekly assignment to write down the conclusion of each meeting and submit it at the next meeting.  Wohooo!! I still remember those sweet memories, then. And after 6 years, I'm coming back to this blog. Thus, I want to challenge myself to write an essay or just a short story every week. My first blog series is HIDUP MAHASISWA DI ATAS NORMAL (OVER NORMAL STUDENT LIFE). Subscribe for every week's post. Later, I speak Bahasa Indonesia and English. But, every post of mine is just available in one language, either Bahasa Indonesia or English. Remind me if I get lost! As always, happy reading my first post after 6 years! Get my first post in English! THE C...

THE CONCEPT OF MOVING-CLASS SYSTEM

Image
When we are at a school, most of us like to spend our time to do other things more than we should to study in a class. Sometimes we are bored with the daily routines. Like, we should wake up in the morning, maybe early morning, after that we have to take a bath and have breakfast. We have to do all those activities as soon as we can, a little bit of preparation for the equipment lesson and so on, and Wala! We have to go to school. pict source:  Back to School Arrive at school, we must sit down while listening to the teacher’s explanation about the topic of the day. The teacher gives us tasks, exercises, and many more for exam preparation. Yes, we have to prepare it as long as we can. We always sit in the same place from the morning until the end of the lesson, and I know that it is so insane. In another system, there is a concept that might be a solution for the boredom at a school. The system named moving-class concept. The whole point of moving-class is to take any advantages o...

PANCASILA DI SEGALA ZAMAN

Sejarah pemikiran pancasila di Indonesia dimulai dari sejak Orde Lama atau Orde Soekarno berlangsung. Setelah Orde Soekarno runtuh, dilanjutkan oleh Orde Baru atau Orde Soeharto. Dan kemudian Reformasi menggantikan Orde Soeharto setelah Presiden Soeharto lengser dari jabatannya. Karakteristik dari pancasila pada Orde Soekarno adalah ideologisasi-nya. Yaitu bagaimana Soekarno berusaha untuk menanamkan ideologi pancasila terhadap rakyat Indonesia sehingga pada masa ini karisma seorang presiden pertama kita sangat kental dan menjadi panutan rakyat Indonesia. Lalu bagaimanakah tantangan pancasila di era ini? Tantangan paling besar adalah dari kelompok nasionalis religius. Kelompok ini menghendaki agar Indonesia dijadikan sebagai negara islam dan tidak menghapus tujuh kata dalam sila pertama pancasila. Sempat terlibat beberapa pemberontakan namun tidak menghalangi Indonesia merdeka dengan munjunjung asas kebangsaan yang multireligion. Tantangan yang kedua berasal dari kelompok komunis. ...

RAKSASA, KURCACI DAN PANCASILA

Pancasila sebagai dasar pemikiran bangsa Indonesia tentunya juga memengaruhi perekonomian di negeri ini. Deskripsi bagaimana hebatnya para founding fathers kita membentuk sebuah dasar negara yang benar-benar mencerminkan Indonesia sangat luar biasa. Indonesia sebagai negara yang masih “baru” begitu berani mengangkat berbagai pencerahan bagi dunia. Mulai dari ideologi, ideologi Indonesia yang sangat berbeda dengan ideologi-ideologi yang ada di dunia saat ini. Menggabungkan ideologi-ideologi besar dunia bukanlah sesuatu yang mudah. Namun hal ini ada di Indonesia, dan karena istimewanya Indonesia yang memiliki orang-orang hebat seperti Soekarno dan Hatta. Setelah ideologi, gebrakan pun menjamah ranah perekonomian. Sistem perekonomian Indonesia diberi nama Ekonomi Pancasila. Hadirnya Ekonomi Pancasila bukanlah tanpa sebab atas suatu hal. Ekonomi Pancasila muncul karena adanya keterpaduan antara dua sistem perekonomian besar di dunia, yaitu Kapitalisme dan Sosialisme. Yang menjadi pert...

DEMOCRACY OR DEMOCRAZY? (part II)

Seperti yang telah saya tuliskan pada artikel sebelumnya, demokrasi (dalam bahasa Inggris: democracy ) di Indonesia telah berganti menjadi democrazy (demokrasi yang gila). Demokrasi pancasila yang pada hakikatnya adalah demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat kini bertransformasi menjadi demokrasi liberal. Demokrasi liberal sangat berbeda dengan demokrasi pancasila. Musyawarah untuk mencapai mufakat adalah salah satu asas dari demokrasi pancasila. Sedangkan pada demokrasi liberal cenderung memakai prinsip voting sehingga pemakaian voting ini menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial. Jika kita menilik kembali pada masa Presiden Soekarno ataupun pada masa Presiden Soeharto berkuasa, demokrasi yang sebenarnya tidaklah tercipta. Pada masa Presiden Soekarno misalnya, demokrasi yang diterapkan adalah demokrasi terpimpin. Demokrasi terpimpin adalah kerudung dari demokrasi yang sebenarnya. Kerudung di sini bermaksud penutup dari demokrasi yang sebenarnya, atau dengan kata l...

DEMOCRACY OR DEMOCRAZY? (part I)

Seperti yang kita tahu, democrazy merupakan salah satu acara di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Acara tersebut memarodikan bentuk pemerintahan kita, demokrasi (dalam Bahasa Inggris: democracy ). Dengan adanya acara tersebut, justru semakin menunjukkan kepada seluruh warga Indonesia bahwa democracy di Indonesia telah berganti nama menjadi democrazy . Yaitu demokrasi yang crazy atau demokrasi yang gila. Mengapa disebut gila? Jika kita menilik berbagai kasus mengenai demokrasi di Indonesia, telah banyak kasus yang menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia telah menggila. Salah satu contoh dari “gilanya” demokrasi adalah kasus suap yang dilakukan oleh Ketua Mahkamah Agung, AM. Kasus yang diakibatkan oleh realita demokrasi uang telah menodai demokrasi pancasila dan berhasil meluluhlantahkan tatanan demokrasi sesungguhnya. Telah saya sampaikan di review sebelumnya, Mahkamah Agung merupakan mahkamah tertinggi di Indonesia dan bertindak layaknya sebagai “Tuhan”. Jika ket...